
Topoyo, Mamuju Tengah – Bencana dapat terjadi kapan saja. Karena itu, masyarakat desa perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk mengambil tindakan sejak sebelum bencana terjadi hingga melakukan penanganan awal dalam situasi darurat.
Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mamuju menyelenggarakan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana pada 23–24 September 2026 di Hotel Fadila, Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
Pelatihan melibatkan 45 anggota Tim Siaga Bencana, masing-masing 15 orang dari Desa Paraili dan Desa Palongaan di Kabupaten Mamuju Tengah serta Desa Bonehau di Kabupaten Mamuju.
Tim Siaga Bencana dibentuk oleh pemerintah desa sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah masing-masing.
Keberadaan tim di tingkat desa menjadi penting karena masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi. Tim Siaga Bencana diharapkan menjadi penggerak kesiapsiagaan, membantu menyebarluaskan informasi kebencanaan, serta mendukung koordinasi langkah-langkah awal dalam situasi darurat.

Salah satu semangat utama pelatihan ini adalah mendorong perubahan cara pandang terhadap peran masyarakat dalam menghadapi bencana.
Masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi memiliki peran aktif dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan awal bencana.
Melalui kolaborasi dengan BPBD, Dinas Sosial, dan PMI, pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan anggota Tim Siaga Bencana sebagai bagian dari penguatan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.
Setelah kembali ke desa masing-masing, peserta diharapkan menjadi penggerak kesiapsiagaan dan membagikan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya.
Pelatihan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, MPM, dan lembaga terkait.
Kolaborasi tersebut penting karena membangun desa tangguh tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kapasitas masyarakat perlu diperkuat sekaligus dihubungkan dengan pemerintah dan lembaga yang memiliki mandat serta kemampuan dalam penanggulangan bencana.
Bagi MPM, peningkatan kapasitas Tim Siaga Bencana merupakan bagian dari pendampingan masyarakat menuju desa yang semakin tangguh, adaptif terhadap perubahan iklim, dan memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman bencana secara berkelanjutan.
Harapannya, kesiapsiagaan tidak hanya muncul ketika bencana telah terjadi, tetapi tumbuh menjadi bagian dari kehidupan dan kesadaran bersama masyarakat.
Masyarakat Siaga, Desa Tangguh, Bersama Mengurangi Risiko Bencana
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Toraja bersama Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat menggelar rapat koordinasi di kantor MPM Hari Selasa, 19 Mei 2026, terkait rencana penetapan desa dampingan yang akan mengikuti Program Kampung Iklim (PROKLIM) dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk periode Tahun 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas ...
Mahasiswa UKI Toraja mendapatkan pelatihan pembuatan kompos di Rumah Kompos Kebun Percobaan Pakea, Kampus Dua UKI Toraja yang berlokasi di Kakondongan pada hari Rabu 12 Mei 2026. Kegiatan ini difasilitasi oleh tim Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM) dari Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (YMPM) sebagai bentuk implementasi program kerja sama ...
Pembukaan Camp Paskah PPGT Klasis Nonongan Salu tanggal 30 April 2026, berlangsung penuh semangat dan kepedulian terhadap lingkungan melalui penyerahan 550 bibit pohon oleh Tandu Ramba selaku Manager Program MPM. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mengajak generasi muda gereja terlibat aktif dalam aksi nyata menghadapi perubahan iklim