
Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin terasa, para petani di Lembang Ullin mengambil peran penting melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim Padi. Dalam aktivitas ini, petani tidak hanya bekerja di sawah, tetapi juga belajar memahami pola cuaca, curah hujan, hama, penyakit pada tanaman dan kondisi tanah yang terus berubah. Proses belajar dilakukan langsung di lapangan, menjadikan sawah sebagai ruang kelas terbuka yang penuh pengalaman nyata sehingga mereka disebut Petani Peneliti.
Pada kegiatan tersebut, para petani peneliti menanam tiga varietas padi, yaitu padi Ambo (padi lokal Toraja), Pandan Wangi, dan Pekko. Pemilihan varietas ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari percobaan untuk melihat daya tahan masing-masing terhadap perubahan iklim. Dengan menanam beberapa varietas sekaligus, petani dapat membandingkan pertumbuhan, ketahanan terhadap hama, serta hasil panen di kondisi lingkungan yang sama.
Pendekatan ini menjadi salah satu bentuk adaptasi dan mitigasi yang konkret. Petani belajar mengurangi risiko gagal panen dengan memilih varietas yang lebih sesuai terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong penggunaan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, sehingga tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga keberlanjutan ekosistem.

Melalui Sekolah Lapang Iklim, petani di Lembang Ullin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelaku pertanian, tetapi juga peneliti yang mampu berinovasi. Dari lumpur sawah, lahir pengetahuan dan solusi yang relevan untuk menjaga ketahanan pangan di masa depan. Upaya ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara pengalaman lokal dan pembelajaran ilmiah dapat menghasilkan pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.
Mahasiswa UKI Toraja mendapatkan pelatihan pembuatan kompos di Rumah Kompos Kebun Percobaan Pakea, Kampus Dua UKI Toraja yang berlokasi di Kakondongan pada hari Rabu 12 Mei 2026. Kegiatan ini difasilitasi oleh tim Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM) dari Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (YMPM) sebagai bentuk implementasi program kerja sama ...
Pembukaan Camp Paskah PPGT Klasis Nonongan Salu tanggal 30 April 2026, berlangsung penuh semangat dan kepedulian terhadap lingkungan melalui penyerahan 550 bibit pohon oleh Tandu Ramba selaku Manager Program MPM. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mengajak generasi muda gereja terlibat aktif dalam aksi nyata menghadapi perubahan iklim
Kegiatan magang mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar di Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM) menjadi ruang belajar yang nyata dan bermakna. Mahasiswa terjun langsung ke sawah, mengikuti proses penanaman padi bersama para petani peneliti di Demplot Sekolah Lapang Iklim (SLI) Padi Lembang Ullin yang mejadi salah satu desa dampingan dari MPM. Mereka ...