
Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin terasa, para petani di Lembang Ullin mengambil peran penting melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim Padi. Dalam aktivitas ini, petani tidak hanya bekerja di sawah, tetapi juga belajar memahami pola cuaca, curah hujan, hama, penyakit pada tanaman dan kondisi tanah yang terus berubah. Proses belajar dilakukan langsung di lapangan, menjadikan sawah sebagai ruang kelas terbuka yang penuh pengalaman nyata sehingga mereka disebut Petani Peneliti.
Pada kegiatan tersebut, para petani peneliti menanam tiga varietas padi, yaitu padi Ambo (padi lokal Toraja), Pandan Wangi, dan Pekko. Pemilihan varietas ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari percobaan untuk melihat daya tahan masing-masing terhadap perubahan iklim. Dengan menanam beberapa varietas sekaligus, petani dapat membandingkan pertumbuhan, ketahanan terhadap hama, serta hasil panen di kondisi lingkungan yang sama.
Pendekatan ini menjadi salah satu bentuk adaptasi dan mitigasi yang konkret. Petani belajar mengurangi risiko gagal panen dengan memilih varietas yang lebih sesuai terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong penggunaan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, sehingga tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga keberlanjutan ekosistem.

Melalui Sekolah Lapang Iklim, petani di Lembang Ullin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelaku pertanian, tetapi juga peneliti yang mampu berinovasi. Dari lumpur sawah, lahir pengetahuan dan solusi yang relevan untuk menjaga ketahanan pangan di masa depan. Upaya ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara pengalaman lokal dan pembelajaran ilmiah dapat menghasilkan pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.
Kegiatan magang mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar di Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM) menjadi ruang belajar yang nyata dan bermakna. Mahasiswa terjun langsung ke sawah, mengikuti proses penanaman padi bersama para petani peneliti di Demplot Sekolah Lapang Iklim (SLI) Padi Lembang Ullin yang mejadi salah satu desa dampingan dari MPM. Mereka ...
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Desa Dampingan MPM di Toraja Utara dan Tana Toraja Toraja,— Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM) melaksanakan pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat yang dilakukan di hotel Puri Arta Pantan Makale untuk empat (4) desa dampingan di Kabupaten Tana Toraja (28 & 30 Juni 2025), dan tujuh (7) desa ...
Hari Lingkungan Hidup sedunia diperingati pada 5 Juni setiap tahun, dan pada Kamis, 5 Juni 2025 ini merupakan momentum Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat memperingati hari lingkungan hidup sedunia dengan merangkul anak muda Tana Toraja dan Toraja Utara yang tergabung dalam beberapa aliansi, organisasi, lembaga serta instansi pemerintahan terkait. Kegiatan yang ...